Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts

Pesut (Orcaella)


Nama dan sejarah taksonomi Pesut pertama kali dideskripsikan oleh Sir Richard Owen tahun 1866 berdasarkan satu spesiemen yang ditemukan tahun 1852, di pelabuhan Vishakhapatnum di pantai timur India. Pesut adalah salah satu spesies dari genus Orcaella. Kadang-kadang pesut terdaftar dalam beragam famili yang terdiri dari Orcaella, Monodontidae dan Delphinapteridae.
Sekarang ada persetujuan bahwa pesut termasuk famili DelphinidaeSecara genetis, pesut berhubungan dekat dengan paus pembunuhNama spesies brevirostris berasal dari bahasa Latin yang berarti berparuh pendek. Tahun 2005, analisis genetik menunjukkan bahwa lumba-lumba sirip pendek Australia merupakan spesies kedua dari genus Orcaella. Seluruh tubuh berwarna kelabu hingga biru tua, bagian bawahnya berwarna lebih pucat. Tidak ada pola yang khas. Sirip punggung kecil dan membulat di tengah punggung. Dahinya tinggi dan membulat; tidak bermoncong. Sirip tangan lebar membulat. Spesies di Kalimantan yang mirip adalah Porpoise tak bersirip, Neophocaena phocaenoides, mirip tapi tidak punya sirip punggung: lumba-lumba bungkuk, Sausa chinensis, lebih besar, moncong lebih panjang dan sirip punggung lebih besar.

Penampilan pesut mirip dengan beluga, meski lebih berkerabat dengan orka. Spesies ini mempunyai melon (jaringan berlemak dan berminyak di kepala). Moncongnya tidak khas. Sirip punggung yang terletak dua pertiga posterior di punggung, pendek, tumpul, dan segitiga. Sirip tangan panjang dan lebar.
Secara keseluruhan ia berwarna cerah, namun lebih putih di bawah tubuh daripada di punggung. Pesut dewasa beratnya lebih dari 130kg dan panjangnya 2,3 m psaat dewasa. Panjang maksimum yang tercatat adalah jantan 2,75M dari Thailand.
Lumba-lumba ini dianggap mencapai kedewasaan seksual pada 7 sampai 9 tahun. Di belahan bumi utara, perkawinan dilaporkan berlangsung pada bulan Desember sampai Juni. Masa hamilnya 14 bulan, melahirkan seekor anak setiap 2 hingga 3 tahun. Saat lahir panjangnya 1 m dan beratnya 10 kg. Anak itu disapih setelah berumur dua tahun. Umur pesut dapat mencapai 30 tahun.


Beruang madu

Beruang madu merupakan salah spesies hewan yang ada di Kalimantan Barat. Beruang madu ini, merupakan spesies beruang terkecil dari spesies beruang lainnya. Kini, beruang madu yang ada, sudah mulai punah. Ini terjadi karena aktifitas manusia dalam memperdagangkan beruang, sehingga hewan tersebut mendapat perlindungan Undang-Undang.
Beruang madu suka untuk mematahkan cabang-cabang pohon untuk membuat sarangnya. Ketika dilahirkan, beruang madu akan tetap tinggal disarangnya sampai mereka dapat berjalan sendiri untuk mencari makanan, tetapi jika sudah dapat berjalan sekitar 2 tahun, mereka sudah dapat hidup mandiri dan mencari makanannya sendiri.
Ketika kita bertemu dengan beruang madu, kita jangan berjalan maju karena dengan begitu beruang tersebut akan merasa ditantang. Tetapi, yang kita tindakan kita seharusnya berjalan mundur agar tidak diganggu serta merasa ditantang.

Orang utan

Orang utan merupakan salah satu fauna yang ada di Kalimantan Barat. Fauna ini termasuk fauna yang terancam kepunahannya, karena adanya perburuan liar yang terjadi. Sekarang ini, sering terjadi penebangan hutan secara liar, sehingga menyebabkan orang utan sulit untuk mendapatkan tempat tinggal yang menetap dalam kehidupannya, serta sulit dalam mencari makanannya karena pohon-pohon yang sudah di tebang.

Burung Hantu (Otus Lempiji)


Burung hantu jenis celepuk reban ini, bertubuh kecil, panjang tubuh total sekitar 20-21 cm. Panjang sayap sekitar 15 cm, dan berat sekitar 100 gram, Warnanya burik. Sisi atas tubuh coklat kehitaman atau keabu-abuan berbintik-bintik hitam, kuning dan putih, sisi bawah kuning tua kecoklatan bercoret-coret hitam. Jumbai telinga menonjol, keputihan, dengan tengkuk dan kerah kuning abu-abu pucat. Iris mata berwarna coklat gelap atau kekuningan, paruh kuning, dan kaki kuning kotor.
Celepuk yang umum didapati di wilayah berpohon. Ditepi hutan, perkebunan dan pekarangan. Sering bertengger rendah dipepohonan. Celepuk reban memangsa aneka serangga.


Kukang

Kukang atau biasa disebut dengan sebutan malu-malu merupakan sejenis primata yang bergerak sangat lambat. Saking lambatya ia bergerak, seringkali kukang disebut juga sebagai hewan pemalas. Kukang merupakan primata yang hidup di hutan tropis Indonesia, menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu dan beraktifitas dimalam hari. Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Panjang tubuh dewasa 19-30 cm. Di Indonesia, satwa ini dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

Bekantan





Bekantan merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi Undang-undang. 
Nama-Latin : Nasalis larvatus
Nama-Inggris : Proboscis Monkey
Status : Dilindungi
Di Kalimantan , jenis kera ini dikenal juga dengan nama Kera Belanda, Pika, Bahara Bentangan, Raseng dan Kahau.
Bekantan merupakan kera endemik yang hanya hidup di  pinggiran hutan dekat sungai.Mengenai warna bulu, hampir seluruh bagian tubuhnya ditutupi oleh rambut (bulu) dengan warna seperti pada gambat diatas.
Bekantan hidup berkelompok/sub kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor bekantan jantan yang besar dan kuat. Biasanya dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 sampai 20 ekor. Bekantan aktif pada siang hari dan umumnya dimulai pagi hari untuk mencari makanan berupa daun-daunan dari pohon rambai/pedada (Sonneratia alba), ketiau (Genus motleyana), beringin (Ficus sp), lenggadai (Braguiera parviflora), piai (Acrostiolum aureum), dan lain-lain.