Showing posts with label Senjata Tradisional. Show all posts
Showing posts with label Senjata Tradisional. Show all posts

Mengupas sejarah dan bagian-bagian Mandau

http://berbagi-cerita9.blogspot.co.id/2015/12/mengupas-sejarah-dan-bagian-bagian.html
Mandau adalah senjata khas suku dayak yang ada dipulau Kalimantan.
Sedikit tentang pulau Kalimantan, Pulau Kalimantan adalah sebuah pulau terbesar dari 5 pulau yang ada di Indonesia (Kalimantan, Sumatra, Papua, Sulawesi dan Pulau Jawa). Dan pulau Kalimantan juga adalah salah satu pulau terbesar ketiga di dunia setelah Greendland dan Papua Nugini. Salah satu suku yang ada di Kalimantan adalah suku Dayak, Melayu, dan suku-suku lainnya.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa setiap suku pasti memiliki salah satu benda atau barang yang menjadi ciri khas suku tersebut. Nah untuk artikel kali ini saya ingin membahas senjata khas suku dayak, yaitu Mandau.
Pada Jaman dahulu, didalam kehidupan sehari-hari suku dayak senjata ini (mandau) tidak pernah lepas dari pemiliknya (Selalu ada Mandau saat bepergian). Pada jaman dahulu juga, Mandau adalah simbol seseorang (kehormatan dan jati diri seseorang).
Sedikit tentang Mandau, Kisah ini bersumber dari orang-orang yang pernah dihidup dijaman ngayo, yang diturunkan kepada beberapa generasi muda sebagai cerita rakyat suku dayak yang belum dipublikasikan secara deatil, bagaimana asal usul ngayo tersebut.
Mandau Jaman dahulu atau Mandau yang ada di jaman nenek moyang. Mandau yang ada dijaman nenek moyang ini adalah Mandau yang tidak boleh dipegang atau disentuh oleh sembarang orang, tidak boleh dijabut disembarang tempat. Mandau jaman dahulu hanya bisa digunakan pada ritual-ritual yang ada dalam cerita dibawah ini:
“Mandau memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu seperti: Perang, Pengayauan (Ngayo), Perlengkapan tarian adat, dan Perlengkapan upacara adat lainnya. Tingkat kampuhan atau kesaktian Mandau tidak hanya diperoleh dari proses pembuatannya (yang melalui ritual-ritual), tetapi juga dapat kita lihat dari hasil Ngayo (Pemenggalan Kepala). Semakin banyak orang yang menjadi korban dari sebuah Mandau tersebut, maka keampuhan dan kesaktian Mandau semakin bertambah.
Ciri khas Mandau yang sudah digunakan untuk ngayo biasanya gagang Mandau terdapat beberapa helai rambut (rambut orang yang menjadi korban) yang digunakan untuk penghias gagang mandau. Alasan gagang Mandau dihiasi dengan rambut korbannya: dipercaya bahwa orang yang mati karena Mandau tersebut rohnya akan mendiami mandau”

Mandau jaman sekarang atau Mandau yang dibuat dengan besi murni tanpa menggunakan campuran dari mantera dan ritual ngayo.
Mandau yang kita kenal saat ini adalah Mandau biasa, layaknya sebuah parang atau golok. Kenapa saya berpendapat demikian, jika dibandingkan dengan kisah yang sudah saya paparkan diatas, bahwa fungsi Mandau saat ini sudah berubah. Diantaranya adalah sebagai benda seni, cinderamata, barang koleksi, bahkan digunakan sebagai alat bertani dan juga sebagai alat untuk memangkas semak belukar. Keampuhan dan cirri khas Mandau jaman dahulu sudah hamper tidak terlihat lagi.
Itu tadi adalah sedikit cerita tentang Mandau, sekarang kita akan mengupas bagian-bagian Mandau.

1. Bilah Mandau.
Ciri-ciri pada bilah mandau:
  • Berbentuk pipih-panjang seperti parang dan berujung runcing (menyerupai paruh yang bagian atasnya berlekuk datar).
  • Memiliki dua sisi, salah satu sisi diasah tajam, dan sisi lainnya dibiarkan sedikit tebal dan tumpul.
Jenis atau bahan yang digunakan:
  • Besi montallat
  • Besi matikei, dan
  • Besi baja (biasanya diambil dari sisa per mobil)
  • Bilah gergaji mesin
  • Cakram kendaraan, dan lain sebagainya.
Konon, mandau yang paling baik mutunya adalah mandau yang dibuat dari batu gunung yang dilebur khusus sehingga besinya sangat kuat dan tajam serta hiasannya diberi atau ditambah dengan campuran emas, perak, atau tembaga. Mandau jenis ini hanya dibuat oleh orang-orang tertentu.
Pembuatan bilah mandau diawali dengan cara membuat bara api (menggunakan kayu ulin, agar dapat menghasilkan panas yang lebih stabil) di dalam sebuah tungku untuk memuaikan besi.
Proses menempa, Untuk mendapatkan keindahan dan kerapian bentuk mandau, Proses penempaan harus dilakukan secara berulang-ulang sampai mendapatkan bentuk bilah mandau yang sangat rapi.
Setelah bilah terbentuk, tahap selanjutnya adalah membuat hiasan berupa lekukan dan gerigi pada mata mandau serta lubang-lubang pada bilah mandau.
Pada zaman dahulu banyaknya jumlah lubang pada sebuah mandau mewakili banyaknya korban yang pernah kena tebas mandau tersebut.
Cara membuat hiasan pada mandau sama persis dengan cara membuat bilah mandau, yaitu dengan cara memuaikan dan menempanya dengan cara berulang-ulang. Setelah itu, barulah bilah mandau dihaluskan dengan menggunakan gerinda.

2. Gagang (Hulu Mandau)

Gagang (hulu mandau) terbuat dari tanduk rusa yang diukir menyerupai kepala burung.

Seluruh permukaan gagangnya diukir dengan berbagai motif seperti:

  • Kepala naga
  • Paruh burung
  • Pilin, dan 
  • Kait.
Pada ujung gagang ada pula yang diberi hiasan berupa bulu binatang (Mandau Biasa) atau rambut manusia (mandau yang pernah digunakan untuk membunuh manusia).

Dalam bentuk dan ukiran pada gagang mandau ini adalah bagian yang dapat membedakan tempat asal mandau dibuat, suku yang menggunakannya, serta status sosial pemilik mandau tersebut.


3. Sarung Mandau.
Sarung mandau biasanya terbuat dari lempengan kayu tipis.
Bagian atas dilapisi tulang berbentuk gelang. Bagian tengah dan bawah dililit dengan anyaman rotan sebagai penguat apitan. Sebagai hiasan, biasanya ditempatkan bulu burung baliang, burung tanyaku, manik-manik dan terkadang juga diselipkan jimat.
Selain itu, mandau juga dilengkapi dengan sebilah pisau kecil bersarung kulit yang diikat menempel pada sisi sarung dan tali pinggang dari anyaman rotan.
Nilai budaya yang terkanduang dalam pembuatan mandau:
  • Keindahan: Nilai keindahan tercermin dari bentuk-bentuk mandau yang dibuat sedemikian rupa, sehingga memancarkan keindahan
  • Ketekunan, Ketelitian, dan Kesabaran: Sedangkan, nilai ketekunan, ketelitian, dan kesabaran tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran. Tanpa nilai-nilai tersebut tidak mungkin akan terwujud sebuah mandau yang indah dan sarat makna.


Sekian artikel saya yang berjudul: "Mengupas sejarah dan bagian-bagian Mandau" Terima Kasih.
Jangan sungkan untuk memberikan kritik dan saran. Kritik dan Saran dari teman-teman adalah sebuah dukungan untuk admin